Sabtu, 22 Oktober 2016

Sun three day...

Santri
       Hari ini tgl 22 oktober 2015 ditetapkan pemerintah sebagai  hari santri / Sun three (santri) day. Menurut berbagai sumber banyak alasan yang mendasari penetapan pemerintah tersebut diantaranya adalah peran para santri dalam upaya kemerdekaan Indonesia jaman doeloe. Istilah santri sendiri menurut wikipedia adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan Ilmu Agama Islam di suatu tempat yang dinamakan Pesantren, biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai.
       Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) santri berarti (1) orang yg mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh (orang yg saleh); (3)Orang yang mendalami pengajiannya dalam agama islam dengan berguru ketempat yang jauh seperti pesantren dan lain sebagainya.
       Bahkan ada yang berpendapat makna santri adalah bahasa serapan dari bahasa Inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu sun dan three yang artinya tiga matahari. Matahari adalah titik pusat tata surya berupa bola berisi gas yg mendatangkan terang dan panas pada bumi pada siang hari. seperti kita ketahui matahari adalah sumber energi tanpa batas, Matahari pula sumber kehidupan bagi seluruh tumbuhan dan semuanya dilakukan secara ikhlas oleh matahari.Namun maksud tiga matahari dalam kata Sunthree adalah tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Semua ilmu tentang Iman, Islam dan Ihsan dipelajari dipesantren menjadi seorang santri yang dapat beriman kepada Allah secara sungguh-sungguh, berpegang teguh kepada aturan islam. serta dapat berbuat ihsan kepada sesama.

Pesantren
       Pesantren / pondok di Indonesia ada dua jenis yaitu pondok modern dan ada juga pondok tradisional (salaf). Perbedaan keduanya hanya terletak pada ilmu yang diajarkannya pesantren salaf adalah sebuah pesantren yang mengajarkan ilmu-ilmu agama saja kepada para santri.  Atau, kalaupun ada ilmu umum, maka itu diajarkan dalam porsi yang sangat sedikit.  Umumnya, ilmu agama yang diajarkan meliputi Al-Quran, hadits, fikih, akidah, akhlak, sejarah Islam, faraidh (ilmu waris Islam), ilmu falak, ilmu hisab, dan lain-lain.  Semua materi pelajaran yang dikaji memakai buku berbahasa Arab yang umum disebut dengan kitab kuning, kitab gundul, kitab klasik atau kitab turots.
       Sedangkan pesantren modern lebih banyak  mengajarkan ilmu umum dari pada kitab kuning, biasanya juga sistemnya klasikal, dan ada penekanan pada bahasa Arab dan bahasa Inggris untuk percakapan. Beberapa pesantren modern membuat kurikulum sendiri dan sebagian mengikuti kurikulum pemerintah.

Mondok sebuah Pilihan
       Pada era 90an muslimah di Indonesia masih jarang memakai kerudung (jilbab) karena memang secara kultral Indonesia terdiri dari beragam suku dan agama. Pemerintah sendiri  waktu itu tidak memiliki aturan berpakaian tertutup bagi pelajar muslimah. Bahkan ada sekolah yang “menghukum” siswinya jika berkerudung di sekolah dengan alasan tidak sesuai dengan aturan seragam disekolah formal.
       Baru sekitar tahun 2000an ada aturan jelas mengenai pelajar muslimah yang memilih untuk berkerudung.  Rupanya peningkatan kehidupan beragama di kalangan pelajar juga berimbas pada meningkatnya minat pelajar untuk mondok. Sehingga banyak bermunculan pondok yang mempersilahkan santrinya untuk menuntut ilmu di sekolah umum diluar pondok.
       Beberapa pondok pesantren modern juga mengadakan sistem pembelajaran dengan Boarding School yaitu sistem sekolah dengan asrama, dimana peserta didik dan juga para guru dan pengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya (Arsy Karima Zahra, 2008: 145).
       Ada beberapa fenomena menarik mengenai dunia pesantren dimana dulu anak-anak yang dimasukkan pesantren dianggap sebagai anak yang bermasalah, baik dari segi kehidupan sosial (misalnya narkoba, miras, hamil diluar nikah, dll) juga terkadang bermasalah dalam hal biaya (misalnya anak buangan, anak yatim, kaum duafa, dll). Namun sekarang modok merupakan alternatif pendidikan remaja yang sangat menarik, mengingat kehidupan sosial remaja sekarang yang sangat dekat dengan free sex, narkoba, penurunan moral, arus informasi dunia maya yang tidak terbendung, dan masih banyak lagi.
       Kecenderungan orang tua memondokkan anaknya merupakan upaya pencegahan penyakit masyarakat. Hal ini dikarenakan pondok pesantren memilki aturan-aturan yang cukup ketat, juga aktifitas positif bagi santrinya.
       Misalnya adanya aturan dilarang memakai alat transportasi motor dalam perjalanan dan hanya diperkenankan naik sepeda. Selain mendidik kesederhanaan tentu saja hal ini akan mencegah santri untuk keluyuran kemana-mana yang akan mengakibatnya pergaulan bebas.
       Aturan tidak memakai alat komunikasi HP, tujuanya jelas akan mencegah arus informasi dari internet dan menjamurnya sosial media. Santri juga memiliki kewajiban menjalankan kewajiban agama (sholat berjamaah, ngaji) tepat waktu, sehingga akan lebih cermat dalam memanfaatkan waktu luang.
       Banyak pelajar sekolah umum yang juga mondok justru memiliki prestasi yang luar biasa dibandingkan pelajar yang kost ataupun tinggal bersama orang tuanya. Terbiasa hidup dalam kesederhanaan dan senantiasa menjalankan kehidupan agamis membuat para santri tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, jauh dari hedonisme, dan bersikap santun.
       Dalam kehidupan era informasi yang tanpa batas sekarang kehidupan pesantren menjadi pilihan yang sangat menarik bagi orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh dalam lingkungan yang baik dan agamis. Ayo mondok..!


Penulis : Esti Widiawati

Minggu, 03 Juli 2016

Guru Melanggar Hak Asasi Anak atau Orang Tua yang terlalu Protektif ?


Entah mental seperti apa yang akan dimiliki oleh Indonesia kedepannya....

Akhir akhir ini saya banyak mengamati berita tentang pendidik yang harus berakhir dipenjara hanya karena mendidik dengan cara yg dirasa oleh beberapa pihak ''diluar hak asasi anak''

Yang lebih membuat saya terheran adalah dengan adanya kebijakan kebijakan dari sekolah sekolah formal untuk menaikkan dan meluluskan anak didiknya bagaimanpun kondisi siswa... (SD,SMP,SMA)
Sedang kondisi siswa tersebut :
1. Tidak disiplin
Sering bolos dan meninggalkan jam pelajaran, tidak mengerjakan tugas, melanggar tata tertib sekolah, tidak mengikuti ujian, tidak mengikuti remidi, tidak pernah mengikuti ulangan dikelas, tidur dikelas, tidak memperhatikan guru,tidak pernah ikut upacara disekolah, tidak pernah menjalankan piket
2. Tidak berkahlak
Sering berantem,tawuran, mencaci maki guru dan teman, tidak ada budi pekerti dan sopan santun, tidak mengikuti kegiatan keagamaan, membantah orangtua, ugal ugalan dijalan, naik kendaraan pribadi yang belum sesuai usianya,
3. Tidak mampu mengikuti kurikulum pelajaran
Kemampuan menerima materi atau menyerap materi yang disampaikan sangat rendah, konsep pemahaman lemah, kemampuan masih ditingkat bawahnya, kemampuan komunikasi dan sosialisasi sangat buruk

Logikanya,, anak dengan minimal 1 kategori diatas, maka seharusnya pihak sekolah tidak menaikkan siswa tersebut/tidak meluluskan siswa tersebut ke jenjang diatasnya...
Tapi nyatanya.... Semua rapot menyimpulkan kondisi siswa baik dan dapat naik kelas/lulus,dll

Lalu darimana nilai ''kebaikan dan pemenuhan syarat' 'itu didapat?????
Bagaimana siswa dapat nilai KKM sedang kondisi siswa di kategori ke 3 (yg sy uraikan diatas)
Oke, mungkin ada nilai tambahan yg didapat dari akhlak dan kedisiplinan... Tapi kalau point 1 dan 2 juga tidak terpenuhi maka nilai tambahan ( penilaian ) didapat dari mana???

Okelah.. Keputusan wajib menaikkan siswa ada postip dan negatifnya
Positifnya.. Kondisi psikologis,, mungkin siswa tidak akan ada rasa malu dan tidak ada rasa kurang percaya diri karena pasti akan naik/lulus.
Akan mengurangi tingkat depresi siswa hingga kasus bunuh diri anak yang dulu sering terjadi dan menjadi fenomena ''pengumuman kelulusan/kenaikan kelas''
Selain itu siswa menjadi tidak terlalu tertekan dengan segala peraturan yang ada disekolah, tidak terlalu terbebani dg tugas dan kewajiban sebagai siswa
Tingkat kasus''mencontek ''juga menurun, kasus beli soal dan kunci jawaban juga menurun... Y dunk, buat apa mencontek dan buat apa beli kunci jawaban,, kan berapapun hasil tes tetap aja naik tetap aja lulus..

Negatifnya... Anak lalai, seenaknya sendiri, sombong, tidak ada tanggungjawab, tidak ada kesungguhan,
Perlu diingat, anak disekolahkan itu untuk menjadi pintar,, bukan hanya pintar diprestasi tetapi pintar dalam emosi, akhlak, sosialisasi, komunikasi ,budi pekerti,sopan santun, jujur, pribadi tangguh tanggung jawab,dll yang mungkin saja kurang didapat dirumah
Bayangkan saja, secara mudahnya, bila anak belum mampu mengenal angka ..mana mungkin anak bisa berhitung penjumlahan,, bila anak belum mampu membaca mana mungkin anak bisa menyusun paragraf atau menulis karangan deskriptif. Bagaimana anak mampu membedakan hal yang baik dan yang buruk ataupun benar atau salah bila tidak pernah dikenalkan dg teguran ataupun pujian.

Dan perlu diingat juga,, anak yg masih suka melanggar tata tertib, dan kemampuan penerimaan materi masih rendah,, artinya kondisi paikologis anak tersebut belum siap. Mungkin saja usia sudah seharusnya tetapi usia mentalnya masih jauh dibawah usia sebenarnya...
Bila tetap naik.. Bukannya itu namnya pemaksaan??? Tau sendiri bila anak dipaksakan....
Anak bisa saja jadi pemberontak, bisa jadi malah introvert atau malah depresi...
Mau????????

Tidak semua anak bisa diperlakukan sama. Mungkin siswa A hanya ditegur halus sudah bisa memperbaiki diri, tetapi tidak dengan siswa B yang harus ditegur dengan sedikit punisment kecil,, misal berdiri didepan kelas, lari dilapangan, dll yang saya rasa semua guru sudah memperhitungkan efek positif negatif dari hukuman yang diberikan. Tidak mungkin ekstreem seperti harus lari lapangan seratus putaran dengan ukuran lapangan 200hektar hanya karena siswa mengantuk dikelas.

Helooooo.. Guru juga manusia yang pernah kecil dan punya keluarga yang g mungkin mau bila misalnya keluarganya ( anaknya) diberi punisment yg dluar batas kewajaran. Dan guru juga g mungkin memberikan hukuman yg membahayakan siswa,

karena kembali lagi itu siswa anak orang dan guru hanya dititipi,, kalau ada apa apa dg siswa krn hukuman yg berlebihan , misal siswa jadi meninggal, koma, ataupun gila maka pertanggung jawaban guru bukan hanya pada ortu tetapi juga pada Tuhannya.
Jadi tidak mungkin guru memberikan punishment dluar batas kemampuan siswa dan diluar kewajaran. CATET..!!!!!!!

Dan perlu orangtua sadari..
Putra putri anda ,anda sekolahkan anda titipkan disekolah , anda titipkan kepada pihaknsekolah ,,guru,kepala sekolah, pak bon dan semua warga disekolah ( termasuk hantu penghuni sekolah.. Hahahah.. ) untuk apa.. Untuk menjadikan putra putri anda menjadi lebih baik, lebih mandiri , menjadi pribadi bertanggungjawab, jujur,supel,cerdas dan mampu menyelesaikan masalah dg cara yg baik dan benar. Anda menitipkan anak disekolah juga karena anda tidak ada waktu dirumah untuk membimbing anak anak anda,, kalau ada berarti anda bisa mendidik anak anda sendiri,membuat lembaga sendiri dan mengeluarkan ijasah sendiri, mengajari anak sendiri, yaaah seperti homeschooling buat putra putri anda sendiri.

Kalau anda tidak bisa memenuhi pwndidikan anak anda, blm mampu memberikan homeschooling sendiri.. Artinya anda butuh bantuan pihak lain untuk memenuhi itu semua. Pihak lain itu adalah guru disekolah....
Kalau sudah dititipkan, maka kita percayakan pada pihak sekolah... Karena dg kita beri kepercayaan yg besar pada pihak sekolah maka pihak sekolahpun akan bertanggungjawab penuh menjaga kepercayaan para orangtua... Dan mewujudkan putra putri anda menjadi seperti apa yang kita semua harapkan.. Minimal semampunya...

Tetapi karena disekolah hanya beberapa jam saja, sedang waktu sisa yang lain adalah diluar sekolah,,, maka ortu tetap harus memantau dan menguatkan apa saja yg telah didapat disekolah dan di kuatkan/diulang kembali dirumah... Itulah yg disebut dukungan

Lalu,, apa yg (seharusnya) wajib kita laporkan ke pihak berwajib tentang sekolah??? Yaaa.. Tentu saja yg menyimpang,, misal pihak sekolah ada yng melakukan pelecehan seksual, pihak sekolah membunuh ,dan hal hal ekstreem lainnya...
Itupun tidak demgan langsung tuduh,lapor penjara,, tetapi kita telusuri dulu sebab akibat danruntutan kejadian...

Yaaah... Intinya,,, ortu dan guru harusnya selalu ada komunikasi yang baik, saling kooperatif,dukungan, ada kepercayaan dan tanggung jwab dimasing - masing pihak, dan melakukan tugasnya sesuai porsinya... Insyaallah... Kondisi yg seperti akhir akhir ini menjadi pemberitaan tidak mungkin terjadi..

‪#‎solusi‬ dari saya : banyak banyaklah ortu bekerjasam dengan pihak sekolah terutama guru BK ,, kita manfaatkan dengan maksimal fasilitas yg diberikan oleh guru BK. Kita pantau putra putri kita dari guru BK .. Bila ada kesulitan dalam menghadapi putra putrinya, BK punya solusi....
Saya yakin bila ada pemantauan, kerjasama yg baik antara guru dan ortu maka tindakan diluar batas kewajaran tidak akan terjadi...

Wallahualam...

Semoga kita bisa menjadi ortu yg cerdas... Sahabat yang baik buat anak dan walimurid yang kooperatif...
Anak yang cerdas lahir dari ibu yang cerdas,, anak yang sopan juga lahir dari ortu yang sopan..

Ibu cerdas untuk anak anak cerdas..( cerdas dari berbagai sisi) ....

Selamat pagi

Penulis : Viena Widayani, S.Psi
Owner Rumah Belajar Anak

Kamis, 10 Maret 2016

Gerhana Matahari Total - 9 Maret 2016

     Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang unik, dimana pada siang hari ketika seharusnya Matahari menyinari Bumi cahayanya tertutupi oleh bayangan bulan sehingga suasana di beberapa tempat di Bumi gelap. Hal itu bisa terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari,sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari.
Gerhana Matahari
     Fenomena Gerhana Matahari maupun Bulan ternyata sudah lama dipelajari orang Babilonia. Mereka melakukan pengamatan terhadap pergerakan bintang, bulan, dan matahari selama berabad-abad. Berdasarkan pengatamannya diketahui ada tiga unsur utama yang diperhitungkan: kurun waktu peredaran bulan hingga kembali pada fase semula, bulan sinodis atau 29,9 hari. Kemudian kurun waktu 27,2 hari, yang disebut bulan nodis atau bulan drakonis, yaitu saat bulan kembali melampaui titik simpul yang sama dengan bidang ekliptika. Unsur ketiga ialah bulan anomalistik, yang disebabkan jarak antara bulan dan bumi berubah-ubah, ditambah gerakan sumbu bulan, seperti gasing. Kurun waktu ini berlangsung selama 27,5 hari. Nah, kelipatan persekutuan terkecil ketiga kurun waktu tadi ialah 18 tahun 11 1/3 hari! Oleh astronom dan matematikawan Jerman F.W Bessel kemudian dirumuskan dalam seperangkat rumus. Serangkaian jenis gerhana matahari – total, sebagian, atau cincin –dan gerhana bulan cenderung berulang setelah 18 tahun (surya) 11 1/3 hari (atau 10 hari jika terdapat 5 tahun kabisat).

Dampak yang Terkait dengan Gerhana Matahari
     Menurut laporan NASA pada waktu Gerhana Matahari posisi planet Jupiter juga berada pada garis yang sama dengan lintasan Bumi dan Matahari. Dibeberapa tempat, misalnya Alaska (AS) warga setempat bahkan bisa melihat planet terbesar itu karena garis edarnya berada di titik yang terdekat dengan Bumi.
     Peristiwa Gerhana Matahari Total ternyata juga mempengaruhi beberapa peilaku hewan. Misalnya menurut pengamata LIPI di Palu, Sulawesi Selatan, perilaku kelelawar yang merupakan hewan nokturnal aktif beraktifitas ketika gerhana karena suasana gelap. Demikian juga serangga yang pada saat kondisi normal akan mengeluarkan suara disaat gelap pada saat Gerhana juga menunjukkan aktifitas yang serupa. Begitu juga katak dari jenis makro chila jadi aktif bersahut-sahutan. Lumba-lumba pada waktu Gerhana Matahari juga menunjukkan aktifitas yang cenderung kalem, hanya sesekali naik untuk bernafas. Kecenderungan berkurangnya aktifitas hewan karena pengaruh suasana gelap.
     Sedangkan dampak Gerhana ini terhadap kehidupan manusia hampir tidak ada. Namun Gerhana Matahari menyebabkan jarak antara Bumi dengan Matahari berubah, sehingga mempengaruhi gravitasi. Pada saat Gerhana jarak antara Bumi-Bulan-Matahari semakin dekat, sehingga mengakibatkan gaya tariknya meningkat sehingga  gravitasi bumi menjadi semakin kecil.
     Magnet Bumi sendiri juga mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan terjadinya Gerhana Matahari Total akan menutup proses pemanasan dan ionisasi di lapisan ionosfer sehingga "arus ionosfer" terganggu, kejadian ini akan mengakibatkan gangguan medan magnet bumi.
Telur dapat berdiri tanpa ditopang
     Peristiwa unik pada saat Gerhana Matahari yang dapat kita amati adalah telur dapat berdiri tanpa ditopang dengan benda lainnya. Hal ini disebabkan menurunnya resultante gravitasi Bumi sehingga mempengaruhi pula benda-benda dipermukaan Bumi seperti telur tersebut. Bahkan sebenarnya pada saat Gerhana tersebut berat badan kita juga menurun meskipun hanya beberapa miligram dan hanya beberapa menit. Peristiwa ini akan dapat dirasakan ketika kita melompat akan terasa lebih ringan akibat rendahnya gravitasi Bumi.


Penulis : Esti Widiawati

Minggu, 12 Juli 2015

Sidik Jari dan Potensi Diri Anda

        Dermatoglyphics adalah analisis sidik jari, baik sidik telapak kaki maupun tangan. Setiap orang memiliki cetakan/ sidik jari yang unik dan berbeda bahkan orang kembar sekalipun, oleh karena itu, dapat digunakan dalam analisis forensik untuk bukti kriminalitas.
        Dermatoglyphics pertama kali diterapkan dalam studi patologis, kemudian ternyata oleh FBI diketahui ada hubungannya dengan  nymphomania dan perilaku kejahatan dan kekerasan. Sidik jari bersifat genetik (diturunkan), kita bisa mengidentifikasi kepribadian dan potensi seseorang berdasarkan ke10 sidik jari kita. Sidik jari biasanya terbentuk pada usia kehamilan 13 -19 minggu. Karena setiap orang sidik jari yang unik, sidik jari juga digunakan untuk tujuan identifikasi pribadi. Dan dapat juga untuk memahami karakter bawaan dan potensi kecerdasan seseorang.
        Dermatoglyphics bersifat kompleks. Setiap jari mewakili kemampuan yang berbeda; setiap pola memiliki interpretasi yang berbeda. Satu potensi secara umum dapat diidentifikasi berdasarkan bentuk sidik jari. Untuk hasil yang lebih akurat, jumlah garis-garis (kuantisasi) dan Atd sudut (sudut antara a-triradius) di bawah jari telunjuk, maupun triradius aksial (dekat pergelangan tangan), dan d-triradius (di bawah jari kelingking) diukur atau dihitung. Setiap kuantisasi merupakan satu juta gen; semakin banyak kuantisasi, semakin tinggi kemampuan dan semakin kecil sudut Atd, semakin tinggi kemampuan untuk belajar.
        Meskipun dermatoglyphics dapat mengidentifikasi bakat seseorang, seseorang mungkin tidak dapat mencapai / potensi penuh tanpa pelatihan. Jika sidik jari Anda mengidentifikasi bahwa seseorang memiliki bakat dalam seni, tapi kurangnya pelatihan disiplin, potensi tersebut tidak akan muncul. Saat ini, sidik jari manusia dapat dikategorikan dalam tiga jenis utama (whorls-shaped,  arch-shaped, and loop-shaped). Ketiganya dapat dibagi lagi menjadi sebelas jenis dasar. Para ahli mempelajarnya lebih mendalam diantaranya ada yang berfokus pada analisis otak kiri dan otak kanan, ada juga beberapa ahli percaya bahwa cetak pada masing-masing jari mencerminkan kemampuan yang berbeda. (Thumb/ibu jari: tindakan dan pelaksanaan; indeks/jari telunjuk ︰ logika dan kreativitas; jari tengah: kemampuan gerak badan/psikomotor dan apresiasi seni; jari manis ︰kecerdasan musikal; kelingking ︰ kecerdasan visual).  Adapun pola pada jari kaki, bisa menentukan apakah seseorang memiliki penyakit bawaan. Hal ini sama pentingnya dengan sidik jari.
Kesebelas jenis pola dasar antara lain :
Simple Arch Patterns
Pola : bukit berbentuk, melengkung atas , tidak ada segitiga dibentuk dengan bentuk .
Karakter : kerja keras, introvert, hati-hati, bekerja tanpa keluhan, suka mengikuti langkah-langkah, rendah hati, tidak suka mengambil risiko

Simple Arch Patterns
Tented Arch Patterns
Pola : seperti tenda/kemah dengan ujung atas yang tajam .
Karakter : mempunyai kepribadian ekstrim, kadang bersifat terbuka atau malah tertutup (tergantung masa kanak-kanaknya). Tidak takut tantangan dan hambatan, tapi kadang-kadang mungkin impulsif . Kreatif .
Tented Arch Patterns

Radial Loop Patterns
Pola :  Kebalikan dari ulnar loop , air terjunnya  mengalir menuju ibu jari .
Karakter : berpikir secara mandiri dan cerdik, suka mempertanyakan dan mengkritik, egois, suka melawan mayoritas .
Radial Loop Patterns

Concentric Whorl Patterns
Pola : Baris pola dimulai dari pusat lingkaran kecil , garis-garis pada ujung jari tampak sebuah lingkaran lengkap dan menyebar seperti lingkaran konsentris dengan dua poin segitiga .
Karakter : Egois, suka persaingan, tegas, kaku, subjektif, tidak suka dikontrol
Concentric Whorl Patterns

Spiral Whorl Patterns
Pola : Pola spiral mulai dari pusat dan bergerak ke luar , memiliki dua poin segitiga .
Karakter : mempuyai Motivasi diri yang kuat ; perlu dukungan orang tua
Spiral Whorl Patterns

Press Whorl Patterns
Pola : Mirip dengan pola lingkaran, tapi lingkaran berubah menjadi bentuk oval panjang, memiliki dua poin segitiga.
Karakter : Ambisius, suka persaingan, tidak mau mengalah, perhatian terhadap detail, pelit
Press Whorl Patterns

Imploding whorl Patterns
Pola : Pola seperti Tai Chi di tengah, dikelilingi oleh banyak  lapisan lingkaran
Karakter : Memiliki kemampuan untuk menyelesaikan dua tugas pada saat yang sama, beragam, memiliki kesadaran diri yang kuat .
Imploding whorl Patterns

Composite Whorl Patterns
Pola : Pola seperti Tai Chi namun tanpa banyak  lapisan atau lingkaran sekitarnya
Karakter : Sangat mudah beradaptasi, berpikir dari perspektif yang berbeda, membuat keputusan berdasarkan situasi dan kondisi, komunikasi dan koordinasi keterampilan yang baik, tetapi konsentrasinya mudah terpecah
Composite Whorl Patterns

Peacock’s Eye Patterns
Pola : Dari pusat itu terlihat seperti mata burung merak dan bibir ; pusat terdiri dari lebih dari satu lingkaran atau spiral , akhir setiap cincin adalah terhubung dalam garis lurus . Ini memiliki dua poin segitiga ; satu lagi dan yang lain lebih dekat ke pusat
Karakter : Ekspresif, memiliki pandangan yang luas, memiliki kualitas kepemimpinan, berjiwa seni .
Peacock’s Eye Patterns

Variant Patterns
Pola : Sering memiliki kombinasi dari dua atau lebih dari uliran , loop ulnar , atau lengkungan sederhana , dengan dua atau lebih titik segitiga .
Karakter : Suka mengekspresikan diri dengan cara yang unik , kadang bersifat menyerang/menentang dan sering menciptakan kesalahpahaman.
Variant Patterns

Demikianlah beberapa pola sidik jari, silahkan anda melihat sendiri termasuk yang mana


Penulis : Esti Widiawati
Sumber : http://dermatoglyphics.org/

Selasa, 26 Mei 2015

Otak Kanan VS Otak KIri

      Otak manusia terdiri dari belahan otak kanan dan kiri, namun sangat sulit untuk memisahkan struktur otak ini. Akan tetapi percobaan telah menunjukkan bahwa satu sisi bagian otak memiliki jenis pemikiran tertentu yang lebih banyak dari pemikiran sisi bagian otak yang lain. Hal ini juga menunjukkan bahwa masing-masing dari kita lebih menyukai satu mode pemikiran dari pada yang lain.
      Menurut teori dominasi otak kiri atau otak kanan, masing-masing sisi otak mengontrol berbagai jenis pemikiran yang berbeda. Sebagai tambahan, teori tersebut mengemukakan bahwa seseorang akan lebih dominan menggunakan satu bagian otak dibandingkan bagian yang lain.
      Bagaimana kita bisa mengetahui kecenderungan otak kita? Tes sederhana ini dapat digunakan untuk menentukannya :
Genggam tangan seperti orang berdoa. Jika ibu jari tangan kiri berada di bawah ibu jari tangan kanan maka kamu cenderung menggunakan otak kiri. Sebaliknya, jika ibu jari tangan kanan berada di bawah ibu jari tangan kiri artinya otak kanan.


      Perbedaan otak kanan dan kiri adalah :
Otak Kanan
Menurut teori dominasi otak kanan dan otak kiri, sisi kanan otak berfungsi terbaik jika digunakan pada tugas yang ekspresif dan keratif. Beberapa kemampuan yang populer terkait dengan sisi kanan otak meliputi:  Mengenali wajah, Mengekspresikan emosi, Musik dan selera seni, Membaca emosi, Warna, Gambar dan imajinasi, Penyatuan, Intuisi, Kreativitas, Subyektifitas, Mengontrol tubuh bagian kanan, Bentuk 3 dimensi
Otak Kiri
Sisi kiri otak di anggap mahir dalam tugas yang melibatkan logika, bahasa dan berpikir analitis. Otak kiri sering digambarkan lebih baik dalam: Obyektifitas, Bahasa, Logika, Berbicara, Menulis, Berpikir kritis, Ketrampilan Angka-angka, Matematika/ketrampilan ilmiah, Menganalisa, Penalaran, Mengontrol tubuh bagian kiri, Pertimbangan

      Menurut teori ini, otak kanan bertanggung jawab secara acak, intuitif, holistik, menyatukan dan pemikiran subyektif. Sementara otak kiri berperan untuk berfikir logika, skuensial, rasional, analitis dan obyektif. Kebanyakan individu memiliki preferensi berbeda dalam menggunakan salah satu gaya berfikir ini. Jadi seseorang mungkin lebih cenderung menggunakan otak kiri dan yang lain mungkin cenderung ke otak kanan. Didasarkan pada bagaimana mereka menggunakan otak kanan dan otak kiri untuk memecahkan masalah.

Cara Berfikir Orang Dengan Menggunakan Otak Kiri dan Kanan
1. Menggunakan otak kanan: Orang yang lebih dominan menggunakan otak kanan cenderung menggunakan kreativitas untuk memecahkan suatu masalah. Mereka lebih banyak mengendalikan intuisi dan lebih cepat menangkap gambaran keseluruhan situasi. Pada intinya, orang yang banyak menggunakan otak kanan tidak detail oriented.
2. Menggunakan Otak kiri: Orang yang lebih dominan mengguanakan otak kiri lebih memilih alasan untuk segala sesuatu yang lain. Mereka menggunakan logika rasional untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan kemudian berpikir tentang bagaimana cara mengatasinya. Pada intinya, orang yang berfikir menggunakan otak kiri adalah detail-oriented.

      Otak kanan dan otak kiri juga sebenarnya bekerja saling mendukung, sebagaimana pentingnya fungsi memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Dengan demikian, tidak bisa dikatakan, otak kanan lebih bagus dari otak kiri ataupun sebaliknya. Walaupun pada sebagian orang terkadang lebih dominan untuk menggunakan area otak tertentu. Penggunaan dominasi area otak tertentu inilah yang kemungkinan membedakan minat dan bakat antar individu.


Esti Widiawati

Senin, 17 Maret 2014

THE MORE I STUDY SCIENCE, THE MORE I BELIEVE IN GOD

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?


Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,  "Apakah Tuhan  menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti  Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.  Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata  dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" 
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.  Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang
telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV.  Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.  Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Minggu, 10 November 2013

Hidup Jangan Tertidur !

        Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan tertidur. Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan tertidur.
       Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu, tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.
       Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!
       Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah rahmat terselubung karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.
       Yang kedua adalah Kematian. Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, "Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai!" Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, "Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali."
       Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.
       Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.


       Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, "Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalam an manusiawi". Manusia bukanlah makhluk bumi melainkan makhluk langit. Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan rumah untuk mencari rumah yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.
       Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulka n kekayaan -- apalagi dengan menyalahgunakan jabatan -- kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.
   
  
        Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.

dikutip dari tulisan Arvan Pradiansyah, penulis buku "You Are A Leader

Minggu, 07 Juli 2013

KALDIK 2013/2014

     Tahun ajaran baru sudah semakin dekat, bapak ibu guru sudah mulai sibuk nyiapin perangkat pembelajaran. Harapannya dapat memberikan sajian pembelajaran yang efektif bagi siswa-siswi. Dalam menyiapkan perangkat pembelajaran yang pertama dicermati tentunya kalender akademik atau sering disingkat Kaldik. Karena dengan kaldik, bapak ibu guru dapat menentukan berapa jumlah hari efektif ataupun pekan efektif dalam satu tahun pelajaran. Penghitungan pekan efektif berguna untuk menentukan distribusi waktu pembelajaran yang berhubungan erat dengan Silabus dan RPP.
    
     Pemerintah sudah mengeluarkan Kaldik 2013 yang berisi rambu-rambu perkiraan Libur, Hari-hari besar nasional, dll. Namun bapak ibu guru dapat mendownload Kaldik 2013-2014 dalam bentuk PDF yang dapat langsung diprint dan dijilid dalam perangkat pembelajaran. Selain Kaldik bapak ibu juga dapat mendownload Hari Efektif Sekolah (HES) dan Pekan Efektif (PE)

Rabu, 03 Juli 2013

FACEBOOK SEBAGAI METODE PENDEKATAN PEMBELAJARAN

       Akhir-akhir ini pendidikan di Indonesia mendapat sorotan yang cukup tajam di masyarakat, hal ini dikarenakan rendahnya mutu pendidikan mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pemerintah menyikapi hal tersebut  dengan mengadakan perombakan diberbagai bidang diantaranya ditetapkannya standar kelulusan, peningkatan kompetensi pendidik, sampai yang terbaru diterapkannya kurikulum 2013.
       Lepas dari semua itu, pendidikan memang merupakan tugas bersama, antara masyarakat, pemerintah, dan guru merupakan salah satu elemen diantaranya. Namun harus diakui bahwa peran guru cukup vital karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan siswa. Sosok guru diharapkan mampu berperan tidak hanya menyampaikan materi namun juga mendekati siswa dari sisi psikologis.
       Keterkaitan emosi (rasa happy) dengan penerimaan stimulus erat kaitannya dengan kerja otak, yaitu pembentukan koneksi synaps. Semakin banyak koneksi yang terbentuk maka informasi di otak akan semakin banyak. Pembelajaran dapat berjalan dengan baik ketika siswa memiliki sikap positif dan merasa aman secara emosional (Schunk, 2012 ; 93).  Dalam kaitannya dengan hal itu guru perlu mengembangkan metode-metode pendekatan pembelajaran yang asyik dan menyenangkan. Sehingga siswa tidak merasa ada jarak dengan guru, menganggap guru adalah partner, teman diskusi, dan teman curhat (mungkin ?).
       Akhir-akhir ini Internet di Indonesia sudah menyentuh hampir semua lapisan masyarakat. Di toko yang menjual handphone misalnya, hampir semua HP sudah dilengkapi dengan fasilitas Internet, utamanya facebook.  Guru bisa memanfaatkan media jejaring social ini untuk mendekati siswa, berdiskusi, merangkum materi, mengerjakan tugas, dll. Siswa diarahkan menggunakan fb ini untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, tidak hanya narsis dengan up date status.
       Artikel “Pembelajaran Asyik Sambil Facebook-an” menjadi semacam alternative pilihan pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam mendekati sisi psikologis siswa. Karena popularitas facebook yang sedemikian besar (hampir 90% siswa memilki akun di FB), hal ini dapat dimanfaatkan oleh guru. Namun perlu ditekankan bahwa jejaring sosial ini hanya bagian dari pembelajaran, bukan menggantikan peran guru. Seorang guru harus tetap hadir dihadapan siswa memberikan pembelajaran secara langsung. Tujuan utama penggunaan jejaring sosial ini adalah didapatkannya  informasi (feedback) dari siswa, sehingga guru tahu sampai dimana materi tersebut telah diserap oleh siswa.

Esti Widiawati
Guru SMP N 1 Klambu

Selasa, 28 Mei 2013

Surat Al Fatihah, “Wajib dibaca !!”

        Al Fatihah. Karena sudah menjadi “kewajiban” yang dilaksanakan sehari-hari, terkadang kita sendiri tidak menyadari kandungan makna dari masing-masing ayat dalam surat tersebut. Baru-baru ini media terbesar dan terpercaya Spanyol ‘Marca’ memberitakan jika Mesut Ozil, pemain muslim asal Jerman yang berdarah Turki dan merupakan rekan Ronaldo satu timnya, menyatakan Cristiano Ronaldo sudah hapal huruf hijaiyah, dan juga sudah hapal surat favoritnya, yaitu surat Al- Fatihah.
        Ronaldo sendiri membenarkan kesaksian dari Ozil, “Banyak yang tidak percaya kalau saya mengagumi Al-Quran, tapi memang begitulah kenyataannya, setiap Ozil membaca Al-Quran, saya senantiasa merasa damai, dan hati saya pun menjadi sejuk,” kata Ronaldo kepada Media Spanyol. Mesut OziL juga menceritakan bahwa, “Cristiano Ronaldo selalu menunggu saya selesai Sholat di rest room, saya tahu dia ingin mendengar saya mengaji,” timpal Ozil.
Cristiano Ronaldo, kembali berkata, “Saya sudah hafal Al-Fatihah, mungkin nanti saya akan minta diajarkan berwudhu, saya sangat senang,” kata Ronaldo. Bahkan, CR7 sangat senang mendengarkan Ozil membaca Al-Quran sebelum bertanding dan merasa yakin Real Madrid menang di pertandingan, jika sebelum pertandingan, Ozil membaca Al-Quran.
        Selain Ozil yang selalu membaca Al-Fatihah sebelum pertandingan dan CR7 yang selalu mendengarkan bacaan tersebut, Samir Nasri gelandang Manchester City,  setiap sebelum bertanding mengaku selalu meninggalkan rekan-rekannya untuk sementara waktu guna berdoa kepada Allah SWT. Hal itu dilakukannya agar ketika di lapangan bisa fokus bermain dengan bagus. Membaca surat Al Fatihah bagi Nasri merupakan sebuah kewajiban dan itu pernah diungkapkannya kepada media beberapa tahun lalu. Namun demikian, mantan bintang Arsenal itu menegaskan rahasia praktik ritual yang selalu dilakukannya di stadion itu lewat akun instagram miliknya, @nasrisamir8; “At the beginning of each game, I isolate a few second to raise my both hands to heaven, to recite the Fatiha #8 #SN8 (Di permulaan setiap pertandingan, saya menyendiri untuk beberapa detik guna berdoa mengangkat kedua tangan menghadap ke surga, untuk melafalkan surat Al fatihah),” ujar Nasri.
        Begitulah benyak orang telah mengamalkan surat Al Fatihah dalam aktivitasnya sehari-hari. Tidak hanya muslim namun seorang katolik yang taat seperti CR7 meyakini kekuatan surat ini. Sebenarnya apa makna yang terkandung sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bersabda yang artinya, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu). Artinya shalat seseorang dianggap tidak sah jika tidak membaca Al-Fatihah.
        Tidak ada sesuatu pun yang bisa mewakili kedudukan surat Al-Fatihah ini. Karena itu Allah tidak menurunkan di dalam Taurat, Injil maupun Zabur, surat yang menyerupai Al-Fatihah. Surat Al-Fatihah mencakup berbagai macam induk tuntutan yang tinggi. Ia mencakup pengenalan terhadap sesembahan yang memiliki tiga nama, yaitu Allah, Ar Rabb dan Ar-Rahman. Tiga asma ini merupakan rujukan Asma’ul-Husna dan sifat-sifat yang tinggi serta menjadi porosnya.
        Surat Al-Fatihah menjelaskan Ilahiyah, Rububiyah dan Rahmah. Iyyaka na’budu merupakan bangunan di atas Ilahiyah, Iyyaka nasta’in di atas Rububiyah, dan mengharapkan petunjuk kepada jalan yang lurus merupakan sifat rahmat. Al-Hamdu mencakup tiga hal: Yang terpuji dalam Ilahiyah-Nya, yang terpuji dalam Rububiyah-Nya dan yang terpuji dalam rahmat-Nya.
        Surat Al-Fatihah juga mencakup penetapan hari pembalasan, pembalasan amal hamba, yang baik dan yang buruk, keesaan Allah dalam hukum, yang berlaku untuk semua makhluk, hikmah-Nya yang adil, yang semua ini terkandung dalam maliki yaumiddin.

Tafsir Surat Al Fatihah
Ayat Pertama :
الْØ­َÙ…ْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَÙ…ِÙŠْÙ†َ
“Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin.”
        Segala pujian beserta sifat-sifat yang tinggi dan sempurna hanyalah milik Allah suhanahu wata’ala semata. Tiada siapa pun yang berhak mendapat pujian yang sempurna kecuali Allah SWT. Keberadaan Allah sebagai Rabbul-’alamin. Dengan kata lain, tidak layak bagi Allah untuk membiarkan hamba-hamba-Nya dalam keadaan sia-sia dan terlantar, tidak memperkenalkan apa yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat mereka, serta apa yang mendatangkan mudharat di dunia dan di akhirat. Dia pula adalah Sang Pemberi rezeki, yang mengaruniakan nikmat yang tiada tara dan rahmat yang melimpah ruah. Tiada seorang pun yang sanggup menghitung nikmat yang diperolehnya. Disisi lain, ia pun tidak akan sanggup membalasnya. Amalan dan syukurnya belum sebanding dengan nikmat yang Allah suhanahu wata’ala curahkan kepadanya. Sehingga hanya Allah SWT yang paling berhak mendapatkan segala pujian yang sempurna.
Setiap muslim yang mengerjakan shalat pastilah akan membaca surat
        Maybudi menyuguhkan penjelasan puitis tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT; Allah berfirman, “Wahai anak Adam ! jika kamu ingin mengetahui tanda-tanda dan panji-panji Keesaan Allah dan mengenali tanda-tanda Ketunggalan-Nya, bukalah mata pikiran dan akal, jelajahi alam jiwa, dan pandanglah asal-usul penceptaanmu.
        Engkau hanyalah seganggam tanah, sebuah tangkai bayang-bayang dalam kegelapan ketidaktahuanmu sendiri, kebingungan dalam kegelapan sifat-sifat. Lalu, hujan cahaya mulai turun dari langit segenap rahasia: ‘Dia tuangkan cahaya-Nya kepada mereka’. Bumi berubah menjadi bunga melati dan batu menjadi mutiara. Tangkai tebal jadi bernilai karena cabang lunak ini. Bumi menjadi murni, kegelapan menjadi cahaya.

Ayat Kedua :
الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِÙŠْÙ…ِ
“Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang.”
        Ar Rahman dan Ar Rahim adalah Dua nama dan sekaligus sifat bagi Allah suhanahu wata’ala, yang berasal dari kata Ar Rahmah. Makna Ar Rahman lebih luas daripada Ar Rahim. Ar Rahman mengandung makna bahwa Allah suhanahu wata’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada seluruh makhluk-Nya, baik yang beriman atau pun yang kafir. Sedangkan Ar Rahim, maka Allah suhanahu wata’ala mengkhususkan rahmat-Nya bagi kaum mukminin saja. Sebagaimana firman Allah suhanahu wata’ala: “Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”. (Al Ahzab: 43).
        Rahmat Allah mencegah-Nya untuk menelantarkan hamba-Nya dan tidak memperkenalkan kesempurnaan yang harus mereka cari. Dzat yang diberi asma Ar-Rahman tentu memiliki tanggung jawab untuk mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab. Tanggung jawab ini lebih besar daripada tanggung jawab untuk menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman dan mengeluarkan biji-bijian. Konsekuensi rahmat untuk menghidupkan hati dan ruh, lebih besar daripada konsekuensi menghidupkan badan.
        Menurut Maybudi (dalam Murata) dikatakan bahwa “Manakala Dia memberi, Dia memberi karena kemurahan-Nya sendiri semata-mata, bukan karena engkau layak menerimanya. Dia memberi karena kedermawanan-Nya, bukan karena engkau sujud kepada-Nya. Dia memberi melalui anugerah dan rahmat-Nya, bukan karena amal-amal kebaikan yang engkau kerjakan. Dia memberi karena Dia adalah Tuhan, bukan karena engkau tuan tanah”.

Ayat Ketiga :
Ù…َالِÙƒِ ÙŠِÙˆْÙ…ِ الدِّÙŠْÙ†ِ
“Yang menguasai hari kiamat.”
        Para ‘ulama ahli tafsir telah menafsirkan makna Ad Din dari ayat diatas adalah hari perhitungan dan pembalasan pada hari kiamat nanti. Umur, untuk apa digunakan? Masa muda, untuk apa dihabiskan? Harta, dari mana dan untuk apa dibelanjakan? Tiada seorang pun yang lepas dan lari dari perhitungan amal perbuatan yang ia lakukan di dunia. Penyebutan yaumid-din, yaitu hari di mana Allah akan memberikan pembalasan terhadap amal hamba. Dia memberikan pahala kepada mereka atas kebaikan, dan menyiksa mereka atas keburukan dan kedurhakaan. Tentu saja Allah tidak akan menyiksa seseorang sebelum ditegakkan hujjah atas dirinya.
        Dalam diskusinya tentang surat Qaaf (ayat 17&18): “(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. Dituturkan bahwa ada dua malaikat yang diberi tugas mengawasi seseorang, pun duduk seperti layaknya hamba sahaya. Yang sebelah kanan mencatat kebaikannya, sementara yang sebelah kiri mencatat seluruh keburukannya.
        Dikatakan bahwa malaikat yang mencatat amal-amal kebaikan digilir bergantian setiap hari dengan mengirimkan malaikat yang lain. Hikmahnya adalah bahwa kelak dia akan mempunyai banyak saksi bagi seluruh amal kepathan dan ketaannya. Akan tetapi, malaikat yang mencatat amal-amal kebrukan tidak digilir, agar hanya satu malaikat saja yang mengetahui berbagai kelemahan dan kekurangan dalam diri seseorang.
        Malaikat sebelah kanan  adalah pembawa karunia (fadhl) yang berkuasa terhadap malaikat sebelah kiri yang merupakan  penegak keadilan (‘adl). Tuhan berkata : “Wahai malaikat sebelah kanan tulislah sepuluh amal kebaikan untuk setiap kebaikan yang dilakukannya. Wahai malaikat sebelah kiri tulislah hanya yang diperintahkan oleh malaikat sebelah kanan kepadamu”. Manakala seorang hamba melakukan dosa, maka malaikat sebelah kanan berkata ; “Tunggulah selama tujuh hari sebelum engkau menuliskannya. Barangkali dia akan bertaubat dan memohon ampun”. Arti dari semua ini adalah ketetapan Allah : “Rahmat-Ku mendahului murka-Ku”

Ayat Keempat :
Ø¥ِÙŠَّاكَ Ù†َعْبُدُ ÙˆَØ¥ِÙŠَّاكَ Ù†َسْتَعِÙŠْÙ†َ
        “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.”
Secara kaidah etimologi (bahasa) Arab, ayat ini terdapat uslub (kaidah) yang berfungsi memberikan penekanan dan penegasan. Yaitu bahwa tiada yang berhak diibadahi dan dimintai pertolongan kecuali hanya Allah suhanahu wata’ala semata. Sesembahan-sesembahan selain Allah itu adalah batil. Maka sembahlah Allah suhanahu wata’ala semata.
        Sementara itu, disebutkan permohonan tolong kepada Allah setelah perkara ibadah, menunjukkan bahwa hamba itu sangat butuh kepada pertolongan Allah SWT untuk mewujudkan ibadah-ibadah yang murni kepada-Nya. Selain itu pula, bahwa tiada daya dan upaya melainkan dari Allah suhanahu wata’ala. Maka mohonlah pertolongan itu hanya kepada Allah suhanahu wata’ala. Tidak pantas bertawakkal dan bersandar kepada selain Allah suhanahu wata’ala, karena segala perkara berada di tangan-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah suhanahu wata’ala (artinya): “Maka sembahlah Dia dan bertawakkallah kepada-Nya”. (Hud: 123)
        Dalam kaitan dengan ayat keempat ini Dr Sachico Murata dalam bukunya The Tao of Islam menyitir kata-kata Ahmad Sam’ani, seorang sufi, “Hanya kepadaMu kami beribadah, maka Allah berkata (kepada malaikat) terima saja semua yang ia bawa ; Hanya kepadaMu kami minta pertolongan, dan Allah berkata (kepada malaikat) berikan apa saja yang dia minta”. Perhatikan bahwa Allah tidak pernah meminta kepada kita sebagai hambaNya. Setiap muslim mempunyai kadar yang berbeda dalam kekhusyukkan ibadah, namun Allah akan menerima segala ibadah kita dengan kata-kata : terima saja semua yang ia bawa, dan Allah sebaik-baiknya pembalas dia berkata : berikan apa saja yang dia minta.

Ayat kelima :
اهْدِÙ†َا الصَّرَاطَ الْÙ…ُسْتَÙ‚ِÙŠْÙ…َ
“Tunjukkanlah kami ke jalanmu yang lurus.”
        Yaitu jalan yang terang yang mengantarkan kepada-Mu dan jannah (surga)-Mu berupa pengetahuan (ilmu) tentang jalan kebenaran dan kemudahan untuk beramal dengannya. Hidayah adalah keterangan dan bukti, berupa taufik dan ilham. Bukti dan keterangan tidak diakui kecuali yang datang dari para rasul. Jika ada bukti dan keterangan serta pengakuan, tentu akan ada hidayah dan taufik, iman tumbuh di dalam hati, dicintai dan berpengaruh di dalamnya. Hidayah dan taufik berdiri sendiri, yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan bukti dan keterangan. Keduanya mencakup pengakuan kebenaran yang belum kita ketahui, baik secara rinci maupun global. Memohon hidayah mencakup permohonan untuk mendapatkan segala kebaikan dan keselamatan dari kejahatan.
        Dalam penjelasannya mengenai jalan lurus yang disebtnya sebagai cahaya, Maybudi menulis : “Ya, Kami-lah yang menghiasi dan melukis. Kami menghiasi dengan cahaya Kami, kepada siapa saja yang Kami kehendaki. Mereka akan sampai pada Kami melalui cahaya nasib baik cahaya keagungan Kami”.
Seorang syaikh ditanya, “Apa tanda cahaya itu?” Dia menjawab, “Tandanya ialah bahwa melalui cahaya itu sang hamba mengenal Allah tanpa menemukan-Nya, mencintai-Nya tanpa melihat-Nya, berpaling dari kesibukan dan perenungan akan dirinya sendiri menuju kekesibukan dan perenungan akan diri-Nya. Dia menemukan kemudahan dan ketenangan di jalan-Nya”.

Ayat keenam ;
صِرَاطَ الَّذِÙŠْÙ†َ Ø£َÙ†ْعَÙ…ْتَ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِÙ…ْ
“Yaitu jalannya orang-orang yang engkau beri kenikmatan.”
        Siapakah mereka itu? Meraka adalah sebagaimana yang dalam firman Allah suhanahu wata’ala: “Dan barang siapa yang menta’ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah sebaik-baik teman. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah dan Allah cukup mengetahui”. (An Nisaa’: 69-70.
        Setiap muslim adalah orang yang dinugerahi nikmat oleh Allah, karena hakekat manusia terletak pada keseimbangan antara diri mereka dan dua tangan Tuhan. Seperti Tuhan, yang dari-Nya manusia dicitrakan, kedua dimensi dasar manusia adalah aktivitas dan reseptivitas, keagungan dan keindahan. Untuk menegakkan kembali hirarki normative, sikap reseptif manusia harus terbuka terhadap petunjuk Illahi. Dan aktivitas mereka harus diarahkan melawan kesadaran terbatas mereka sendiri. Sifat pertama dikenal sebagai “penyerahan” dan “penghambaan”. Sifat kedua dikenal sebagai “perjuangan” (jihad, mujahadah). Nabi sendiri pernah berkata bahwa perjuangan yang lebih besar daripada memerangi orang kafir adalah perjuangan melawan diri sendiri. Orang yang mampu mengalahkan nafsunya sendiri adalah orang yang telah dilimpahi nikmat oleh Allah SWT.

Ayat ketujuh ;
غَÙŠْرِ الْÙ…َغْضُÙˆْبِ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِÙ…ْ Ùˆَلاَ الضَّآلِÙŠْÙ†َ
“Dan bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.”
        Manusia bisa dibagi menjadi tiga golongan ini (golongan yang diberi nikmat, yang mendapat murka dan yang sesat). Hamba ada yang mengetahui kebenaran dan ada yang tidak mengetahuinya. Yang mengetahui kebenaran ada yang mengamalkan kewajibannya dan ada yang menentangnya. Orang yang mengetahui kebenaran dan mengamalkannya adalah orang yang mendapat rahmat, dialah yang mensucikan dirinya dengan ilmu yang ber-manfaat dan amal yang shalih, dan dialah yang beruntung. Orang yang mengetahui kebenaran namun mengikuti hawa nafsunya, maka dia adalah orang yang mendapat murka. Sedangkan orang yang tidak mengetahui kebenaran adalah orang yang sesat.
        Orang-orang yang dimurkai Allah SWT adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran akan tetapi enggan mengamalkannya, mereka itu adalah kaum Yahudi . Karena itu orang-orang Yahudi lebih layak mendapat murka. Sedangkan orang yang tidak mengetahui kebenaran lebih pas disebut orang yang sesat, dan inilah sifat yang layak diberikan kepada orang-orang Nashara.

      Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT ber-Firman : “Aku membagi Shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku”. Artinya, tiga ayat diatas Iyyaka Na’budu Wa iyyaka nasta’in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.
•    Ketika Kita mengucapkan “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin”. Allah menjawab, ”Hamba-Ku telah memuji-Ku”.
•    Ketika kita mengucapkan “Ar-Rahmanir-Rahim”, Allah menjawab, “Hamba-Ku telah mengaagungkan-Ku”.
•    Ketika kita mengucapkan “Maliki yaumiddin”, Allah menjawab, “Hamba-Ku memuja-Ku”
•    Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in , Allah menjawab, “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku”.
•    Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.” Allah menjawab, “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (H.R. Muslim dan At-Turmudzi)
        Ahmad Sam’ani mengkontraskan penghambaan dan cinta dengan merenungkan berbagai implikasi dari perjanjian “Bukankah Aku” (Alastu). Sebelum menciptakan manusia dimuka bumi ini, Allah berkata kepada mereka, “Bukankah Aku (alastu) Tuhanmu ?” Mereka semua menjawab, “Benar, kami bersaksi” (QS Al A’raf :172).
        Perjanjian inilah yang menurut Sam’ani melahirkan sejumlah hubungan. Hubungan cinta dengan batin dan Ruh, dan penghambaan dengan jasad dan raga. Ruh adalah tinggi dan dekat dengan Allah, yang layak mencintaiNya. Raga adalah rendah dan jauh dari Allah, yang pantas beribadah kepadaNya. Ibadah atau penyembahan (‘ibadah) adalah sifat sang hamba yang mematuhi perintah sang raja (Tuhan).
        Karena kandungan isi surat Al-Fatihah yang sangat mendalam ini, berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita. Selanjutnya kita ucapkan “Aamiin” dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita. Barang siapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan untuk dosa-dosanya yang lalu.

Penulis : Esti Widiawati
Sumber:
http://assalafy.org/
http://www.dakwatuna.com/
http://www.mizan.com/buku_full/the-tao-of-islam.html
Sachico Murata. 1999. The Tao of Islam. Mizan, Bandung

Rabu, 17 April 2013

KONSTRUKTIVISME



KONSTRUKTIVISME :
"PENGETAHUAN DIBANGUN SENDIRI BUKAN DITRANSFER DARI ORANG LAIN"

        Konstruktivisme merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan (epistemologi) yang mempertanyakan :  “Apa itu pengetahuan ?” dan “Bagaimana orang membangun pengetahuannya ?” . Dalam  dunia pendidikan aliran konstruktivisme sendiri yang dikemukakan oleh Piaget (1896-1980) dan Vygotsky (1896-1934) menyatakan bahwa Pengetahuan merupakan konstruksi (bentukan) kognitif oleh seseorang terhadap obyek, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan bukan sekedar kumpulan fakta, atau “barang jadi” yang tinggal diambil, atau ditransfer dari seorang kepada orang lain. Meskipun baik Piaget maupun Vygotsky mempunyai pandangan yang sama tentang pengetahuan yang dibangun dalam proses pembelajaran, namun ada beberapa sedikit sudut pandang yang agak berbeda antara keduanya.
        Perbedaan pandangan antara Piaget dan Vygotsky adalah :
Piaget membahas tentang Kontruktivisme Psikologis Personal dalam Teori Adaptasi Intelektual.
        Dalam teori itu dikemukan beberapa konsep mengenai pengetahuan yaitu adanya :
1. Skema.  Setiap orang memiliki struktur kognitif yang disebut skema. Dengan skema orang beradaptasi       dan mengkoordinasi obyek, pengalaman dan lingkungannya.
2. Asimilasi.  Ketika orang berinteraksi dengan obyek, pengalaman dan lingkungan yang baru, secara kognitif orang dapat mengintegrasikan persepsi, konsep, atau pengalaman baru ke dalam skema yang sudah dimiliki. Proses kognitif ini disebut asimilasi. Dengan asimilasi skema seseorang dapat terus berkembang.
3. Akomodasi. Dapat pula terjadi pengalaman baru tidak dapat diintegrasikan ke dalam skema dengan proses asimilasi, misalnya dikarenakan  tidak cocok dengan skema yang sudah  ada. Orang lalu secara kognitif membentuk skema baru, atau memodifikasi skema yang sudah ada, agar cocok dengan pengalaman baru itu. Proses kognitif itu disebut akomodasi.
4. Ekuilibrasi. Proses asimilasi dan akomodasi berlangsung terus menerus. Proses pengaturan diri secara mekanis agar terjadi keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi, disebut ekuilibrasi.
        Piaget juga membagi  Perkembangan Kognitif anak menjadi 4 tahap :
a. Sensorimotor (0 – 2 tahun), pada tahap ini biasanya anak mengandalkan observasi panca indera dan  gerakan tubuh
b. Praoperasi (2 – 7 tahun), Tahap pra-operasional ini ditandai oleh beberapa hal, antara lain : egosentrisme, ketidakmatangan pikiran / ide / gagasan tentang sebab-sebab dunia di fisik, kebingungan antara simbol dan objek yang mereka wakili, kemampuan untuk fokus pada satu dimensi pada satu waktu dan kebingungan tentang identitas orang dan objek.
c. Operasi Konkrit (8 – 11 tahun), tahap ini seorang anak belum terbisa menggunakan operasi hitung, biasanya mereka masih kesulitan nemun mereka mengerti  ada hubungan antara angka-angka dan bahwa operasi dapat dilaksanakan menurut aturan tertentu. Pada tahap ini anak menunjukkan permulaan dari kapasitas logika orang-orang dewasa.
d. Operasi Formal (11 tahun ke atas) tahap ini merupakan tahap akhir yang menurut Piaget merupakan kedewasaan kognitif. Pada tahap ini anak mempunyai  kemampuan klasifikasi, berpikir logis, dan kemampuan hipotetis.
Sedangkan Vygotsky mengemukakan Konstruktivisme Psikologis Sosiokultural .
        Ada beberapa konsep dasar dari Konstruktivisme psikologis sosiokultural ini :
1. Konsep Spontan.
Konsep spontan adalah hasil generalisasi dan internalisasi pengalaman pribadi sehari-hari. Konsep spontan tidak diperoleh melalui pembelajaran secara sistematis, sehingga bisa saja salah.
2. Konsep Ilmiah.
Konsep ilmiah adalah generalisasi atas pengalaman manusia yang dibakukan dalam ilmu pengetahuan dan diajarkan melalui pembelajaran yang sistematis, sehingga lebih terjamin kebenarannya.
3. Hukum Genetik dari Perkembangan (Genetic Law of Development).
Menurut Vygotsky setiap kemampuan seseorang yang belajar  tumbuh dan berkembang melewati dua tataran.
     * Pertama tataran sosial. Pada tataran ini pengetahuan dibangun melalui interaksi sosial di antara  orang-orang yang membentuk lingkungan sosial pembelajar. Tumbuh kembangnya kemampuan siswa pada tataran ini disebut sebagai kategori interpsikologis atau intermental.
     * Kedua tataran psikologis di dalam diri siswa.  Pada tataran ini terjadi proses internalisasi, sehingga terbangun konsep baru. Tumbuh kembangnya kemampuan pembelajar pada tataran ini disebut sebagai kategori intrapsikologis atau intramental.
4. Zone of Proximal Development (ZPD).
ZPD dapat dipandang sebagai sejenis wilayah penyangga di mana dalam wilayah ini siswa dapat mencapai taraf perkembangan yang lebih tinggi. Dalam wilayah ini, fungsi-fungsi atau kemampuan- kemampuan yang belum matang namun sedang dalam proses menjadi matang, akan menjadi matang lewat interaksi dan bimbingan orang dewasa atau berkolaborasi dengan teman sebaya yang lebih kompeten.
5. Scaffolding.
Pada ZPD seorang siswa membutuhkan bimbingan, bantuan dari orang dewasa atau teman sebaya yang lebih kompeten agar dapat mencapai taraf perkembangan yang lebih tinggi. Proses membimbing dan membantu ini disebut scaffolding atau topangan.
6. Mediasi.
Interaksi sosial dapat berlangsung jika dimediasikan dengan alat-alat psikologis (psychological tools) berupa bahasa, tanda dan lambang atau semiotika. Vygotsky sangat menekankan fungsi mediasi dari bahasa.
       
Kedua jenis teori baik yang dipaparkan oleh Piaget maupun Vygotsy mempunyai kesamaan yaitu keduanya mengakui adanya pengetahuan atau konsep awal. Piaget menyebutnya skema, Vygotsky menyebutnya konsep spontan. Selain itu keduanya sepakat bahwa pengetahuan itu dibangun oleh siswa, bukan proses transfer dari guru ke siswa. Dalam proses konstruksi pengetahuan, Piaget lebih menekankan peran personal, sedang Vygotsky lebih menekankan peran sosiokultural.
        Implikasi yang penting bagi siswa adalah :
   a) Belajar adalah kegiatan aktif dari siswa mengkonstruksi (membangun) pengetahuan, tidak sekedar mengumpulkan fakta.
   b) Siswa memasuki kelas tidak dengan kepala kosong. Siswa sudah membawa konsep awal yang bermacam-macam. Juga membawa perbedaan, bahkan kesalahan.
   c) Siswa memiliki cara sendiri (kekhasan) untuk membangun pengetahuan. Siswa perlu mengenali kekhasan dirinya dan mencoba bermacam-macam cara belajar.
   d) Pengetahuan dibangun secara individual dan sosial. Siswa perlu belajar bersama.
Belajar memerlukan interaksi sosial dengan orang yang lebih tahu. Belajar juga merupakan proses dimana seseorang masuk dalam kultur orang terdidik. (Figure 1 dapat dilihat perbedaan antara pembelajaran tradisional, pembelajaran dengan bentukan tingkah laku, konstruktivisme, dan penemuan)
       
Bagi guru sendiri perlu dipahami bahwa mengajar berarti memberi peluang dan fasilitas agar proses mengkonstruksi pengetahuan bisa terjadi. Mengajar bukan proses memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa selain itu perlu kiranya guru menyadari perannya sebagai  mediator dan fasilitator dengan fungsi : a. menyediakan pengalaman belajar b. menyediakan kegiatan-kegiatan yang merangsang c. Memonitor, mengevaluasi memberi topangan selama poses siswa belajar. d. memberi umpan balik.
        Evaluasi pada siswa menurut Konstruktivisme menekankan pada penyusunan makna, kecakapan terintegrasi, masalah konteks nyata.  Menggali munculnya berpikir devergen, pemecahan ganda, bukan hanya satu jawaban benar. Selain itu evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar, penerapan apa yang dipelajari dalam konteks nyata dan lebih menekankan ketrampilan proses dalam kelompok.
        Untuk dapat membangun pengetahuan siswa guru hendaknya: mengetahui cara berfikir siswa, melihat siswa sebagai anak yang sudah memiliki pengetahuan dasar, mengerti sifat kesalahan siswa, membiarkan siswa menemukan sendiri caranya dalam problem solving, memahami konteks materi dan pengalaman siswa, dan menggunakan berbagai macam strategi siswaan yang dapat memfasilitasi KBM di kelas dengan lebih asyik.
        Dalam kaitannya dengan strategi pembelajaran, yang dapat digunakan dalam pembelajaran konstruktivisme antara lain :
- Strategi Pembelajaran Berbasis Inkuiri (Inquiry Based Learning)
- Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
- Strategi Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching & Learning = CTL)
- Strategi Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)


Penulis : Esti Widiawati
(Guru SMP N 2 Godong)
Referensi :
Piaget, J., dan Inhelder, B. (1962). The Psychology of the Child. New York:Basic Books
Pendekatan Konstruktivis Pada Pembelajaran IPA, Esti Widiawati